Senin, 25 September 2017

Masihkah perlu Sumpah Jabatan ???

Setiap kali adanya pelantikan untuk sesuatu jabatan selalu didahului dengan pengambilan sumpah yg secara ceremoni menjadikan acara tersebut terlihat sangat sakral. Namun seberapa besar pengaruh secara psikologi sumpah jabatan itu bagi orang yg telah mengucapkan sumpah dengan kitab suci sesuai agama yg bersumpah. Penyalahgunaan wewenang dan jabatan yg saat ini marak terjadi mengindikasikan sepertinya sumpah jabatan itu hanya sebatas formalitas belaka apalagi orang yg diberi jabatan atau wewenang syarat minimalnya Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Pragmatisme yg sangat kapitalis membuat hampir semua jabatan dan wewenang yg diraih harus mengeluarkan biaya besar oleh orang yg mendapatkan amanah, menjadikan orang tersebut berpikir minimal harus mengembalikan modal/biaya yg sudah dihabiskannya. Cara mengembalikan modal inilah membuat orang lupa akan sumpah jabatan atau masih ingat tetapi tidak lagi berfungsi sebagai seperti harapan masyarakat umum.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar